Khalifatul Masih IV (1982-2003)

A. Latar Belakang
Hz. Mirza Tahir Ahmad
    Beliau bernama Hazrat Mirza Tahir Ahmad, beliau terpilih menjadi Khalifatul Masih IV pada tanggal 19 Juni 1982 setelah pendahulunya, Hazrat Mirza Nasir Ahmad wafat. Beliau putra Hazrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad, Khalifatul Masih II dari isterinya yang bernama Hazrat Sayyidah Maryam Begum. Beliau lahir pada tanggal 18 Desember 1928. Beliau menyelesaikan Matriculture (SLTA) tahun 1944 dan meneruskan ke Government College Lahore dengan meraih gelar Sarjana Muda (B.A). Kemudian beliau kuliah di Jamiah Ahmadiyah untuk menuntut pelajaran keagamaan dari tahun 1949 hingga meraih gelar Syahid. Setelah itu dari tahun 1955 hingga 1957, beliau menuntut ilmu di Inggris, di salah satu perguruan tinggi di ibukota London. Semasa muda beliau aktif dalam organisasi kepemudaan Ahmadiyah (Khudamul Ahmadiyah) dan dipercaya menjadi Sadr Khudamul Ahmadiyah (Ketua Umum Pemuda Ahmadiyah). Beliau pun mengepalai sebuah lembaga yang mengkoordinasikan sukarelawan-sukarelawan yang berkhidmat untuk Islam dan Ahmadiyah, disebut lembaga Waqvi Jadid, juga beliau menjabat sebagai direktur Yayasan Fazl Umar Foundation.

B. Memprakarsai Penerjemahan Al-Quraan ke-100 bahasa
    Keluasan wawasan ilmu beliau, baik lahiriah maupun kerohanian, menimbulkan dimensi-dimensi baru dalam analisis mengenai masalah-masalah vital yang beranekaragam dihadapi dunia pada umumnya, seperti Islamisasi, jihad tanpa kekerasan, juga masalah-masalah modern seperti AIDS, narkotika, kenakalan remaja, dan lain-lain. Didalam memantau dan memacu kegiatan jaringan missi yang tersebar luas di lima benua, beliau memanfaatkan segala fasilitas teknik yang canggih dan efisien serta dinamika. Tokoh-tokoh terkenal seperti Chaudry Mohammad Zafrullah Khan, mantan menteri luar negeri Pakistan, juga mantan hakim Mahkamah Internasional serta mantan ketua umum PBB, begitu pula Dr. Abdus Salam, ahli Fisika yang mendapatkan hadiah nobel sebagai seorang muslim pertama, sangat menaruh hormat terhadap beliau dan bersedia setiap saat menerima perintah beliau. Di masa beliau juga dibangun ribuan masjid di berbagai penjuru dunia. Beliau meletakan proyek maha besar yaitu membangun masjid Baitul Futuh, masjid terbesar di Eropa Barat. Beliau pun memprakarsai penerjemahan al-Quran ke lebih dari 100 bahasa dunia. Beliau tidak lupa memberi perhatian yang sangat besar kepada peningkatan martabat kaum wanita. Pada pemandangan beliau mereka memiliki potensi dan sumber daya yang tidak kecil peranannya dalam membangun bangsa. Kepada mereka dianjurkan supaya berperan aktif dalam upaya mendidik generasi muda untuk meningkatkan moral mereka, agar mereka menjadi pendukung yang aktif dalam mengemukakan citra Islam yang hakiki di mata dunia. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar