Masjid Terbesar di Eropa Barat

Pada tahun 2003, Jemaat Ahmadiyah bahkan berhasil membangun masjid Islam terbesar dan termegah di Eropa Barat, yaitu masjid Baitul Futuh, yang dibangun oleh Jemaat Ahmadiyah di kota Morden, London. Peletakan batu pondasi pertama masjid Baitul Futuh ini dilakukan pada tanggal 19 Oktober 1999, oleh Imam Jamaat Ahmadiyah yang ke IV yaitu Hadhrat Mirza Tahir Ahmad. Masjid Baitul Futuh ini memiliki ruang shalat baik untuk jamaah pria maupun wanita yang sangat luas yang mampu menampung hingga 10 ribu jamaah. Ruang shalatnya yang luas di desain sedemikian rupa sehingga para jamaah benar-benar merasa nyaman dan khusuk beribadah.

A. Bekas Pabrik Susu
    Sebelumnya, komplek dan bangunan ini merupakan sebuah pabrik susu yang dibeli oleh Jemaat Ahmadiyah dengan harga 2,2 juta poundsterling, atau sekitar 32 miliar rupiah, dengan luas komplek 5,2 hektar. Bangunan ini kemudian dirombak total menjadi sebuah masjid yang megah. Total biaya pembangunan masjidnya mencapai 5 juta poundsterling, atau sekitar 72 miliar lebih, yang dikumpulkan dari hasil sumbangan dan iuran para anggota Jemaat Ahmadiyah di seluruh Inggris.
Di ruang shalat utama untuk kaum pria, selain ada mimbar untuk Imam dan Khatib, ruang utama untuk shalat ini juga dilengkapi dengan beberapa panggung khusus untuk camera, untuk menyiarkan acara khutbah Jumat secara live ke seluruh penjuru dunia melalui Televisi Muslim Ahmadiyah International. Ruang shalat untuk kaum pria dibangun dua lantai. Lantai kedua, diperuntukkan terutama bagi pria yang sudah lanjut usia yang sudah tidak dapat melakukan sahalat dengan cara berdiri. Oleh karena itu untuk menuju ke lantai dua ini, selain disediakan tangga biasa, disediakan juga tangga lift untuk mereka yang sudah lanjut usia dan di ruang shalat manula ini disediakan kursi-kursi untukmereka yang sudah tidak dapat melakukan shalat dengan cara berdiri karena sudah renta.
Di bagian lain, yaitu dilantai dasar masjid ini, juga dibangun ruang lain yang sangat luas, yaitu ruang shalat khusus untuk kaum wanita. Ukuran ruangannya, tidak berbeda dengan ukuran ruangan shalat untuk kaum pria. Di ruang shalat kaum wanita ini, disediakan juga ruangan shalat khusus yang kedap suara. Ruang shalat kedap suara ini diperuntukan khusus untuk kaum wanita yang membawa anak-anak balita. Ruang shalat ini sengaja didesain kedap suara agar suara tangis balita tidak mengganggu jamaah yang lainnya.

C. Kelengkapan Sarana Masjid Baitul Futuh
    Masjid Baitul Futuh ini juga dilengkapi dengan mesin pengatur suhu ruangan. Pada musim panas, jamaah yang beribadah di masjid ini tetap dapat beribadah dengan suhu yang sejuk dan nyaman. Demikian sebaliknya pada musim dingin, mesin pengatur suhu ini dapat memberikan suhu yang hangat ke seluruh ruangan shalat sehingga para Jamaah dapat tetap nyaman beribadah. Suhu yang diproduksi oleh mesin ini disalurkan melalui tiang-tiang yang ada di seluruh sudut ruangan masjid, tiang-tiang di masjid Baitul Futuh ini didisain sedemikian rupa, yaitu dipasang pipa dan pentilasi khusus sehingga tiang tiang ini dapat memancarkan suhu udara sesuai dengan yang dibutuhkan.
Masjid Baitul Futuh ini juga dilengkapi dengan toilet dan tempat wudhu yang modern. Lampu-lampu di ruang wudhu misalanya, adalah lampu-lampu magnetic otomatis. Lampu secara otomatis akan segera menyala pada saat ada jamaah masuk ke ruang wudhu atau toilet. Dan lampu akan mati dengan sendirinya jika dalam ruang wudhu sama sekali sudah tidak ada jamaah yang menggunakan.
Demikian juga kran-kran air untuk berwudhu, di masjid Baitul Futuh ini digunakan kran-kran air otomatis. Kran secara otomatis mengeluarkan air tanpa harus memutar atau menekan tombol apapun. Air akan dengan sendirinya mengucur keluar pada saat tangan para jamaah berada didekat kran, dan air akan berhenti sendiri pada saat kran selesai digunakan.

D. Fasilitas Kantor di Masjid Baitul Futuh
    Selain memiliki ruangan-ruangan yang luas untuk beribadah, Masjid Baitul Futuh ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang kegiatan dakwah. Diantaranya ada ruang perkantoran untuk mengurus berbagai keperluan dakwah yang gedungnya dibangun di bagian lain Masjid Baitul Futuh. Selain ada kantor tabligh, atau kantor untuk merancang berbagai kegiatan dakwah, masjid Baitul Futuh ini juga memiliki ruangan-ruangan untuk kantor lainnya.
Ada kantor keuangan, kantor untuk mengelola dan mengatur keuangan organisasi baik uang yang masuk dari iuran pengorbanan dan infak dari para anggota Jemaat Ahmadiyah di Inggris, maupun uang yang keluar untuk berbagai kegiatan organisasi dan kegiatan dakwah. Dan juga ada ruang administrasi, untuk mengatur berbagai urusan administrasi organisasi. Kantor ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas kebutuhan dan perlengkapan kantor yang modern. Ruang kantor administrasi ini juga dilengkapi dengan ruang tamu, baik untuk tamu intern maupun tamu lain yang berkunjung ke kantor ini.
Kantor lainnya yang tersedia di masjid Baitul Futuh ini ialah kantor khusus untuk Panitia tetap Jalsa Salanah, atau Panitia tetap acara pertemuan tahunan International yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun. Kantor inilah yang mengatur dan merancang suksesnya kegiatan Jalsah atau pertemuan tahunan International, mereka mengatur tamu-tamu yang datang dari berbagai negara diseluruh dunia, dan mengundang pejabat-pejabat penting pemerintahan dari berbagai negara baik muslim maupun non muslim, sehingga pertemuan tahunan itu juga menjadi bagian lain dari kegiatan dakwah Islam yang dilakukan oleh Jemaat Ahmadiyah kepada masyarakat yang non muslim.
Kantor lainnya yang tersedia di masjid Baitul Futuh ini adalah kantor khusus untuk Lajnah, atau Badan Organisasi Wanita Ahmadiyah, dan Kentor Khudamul Ahmadiyah, atau Badan Organisasi Pemuda Ahmadiyah Inggris. Kantor Badan Pemuda Ahmadiyah Inggris juga memiliki fasilitas kantor yang tidak kalah lengkapnya dengan kantor-kantor lainnya yang ada di masjid ini.
Kantor di masjid Baitul Futuh ini juga memiliki ruangan khusus untuk rapat pengurus Jemaat Ahmadiyah Inggris. Di ruangan rapat ini secara rutin dibahas dan dirancang berbagai permasalahan organisasi termasuk rancangan-rancangan rencana kegiatan dakwah di negara Inggris.

E. Ruangan Siaran Televisi
    Selain memiliki ruang khusus untuk percetakan dan penerbitan media-media dakwah, Masjid Baitul Futuh ini juga dilengkapi dengan sarana studio control siaran televisi, untuk menyiarkan berbagai kegiatan dakwah yang berlangsung di masjid ini dengan siaran menjangkau ke seluruh penjuru dunia. Studio siaran Televisi di Masjid Baitul Futuh ini memiliki berbagai fasilitas penunjang siaran. Ada ruangan studio yang luas, ruangan penerjemahan siaran ke dalam berbagai bahasa, ruangan untuk editing, ruangan grafis dan animasi, serta ruang kontrol siaran dengan peralatan siaran standar professional. Dari studio inilah, berbagai acara siaran dakwah, disiarkan ke seluruh dunia dengan menggunakan lebih dari 7 satelit digital, dengan nama siaran MTA International, atau Televisi Muslim Ahmadiyah International.

F. Ruangan Dakwah
   Untuk keperluan dakwah, masjid ini juga memiliki ruangan lain yang sangat luas, yaitu ruang auditorium khusus untuk kegiatan dakwah. Ruang yang diberi nama Tahir Hall ini bisa menampung ratusan orang dan sengaja dibangun berdampingan dengan ruang shalat masjid ini untuk keperluan dakwah. Sekarang diruangan ini secara rutin diselenggarakan berbagai kegiatan dakwah kepada masyarakat Inggris. Diantaranya kegiatan seminar, simposium dan kegiatan-kegiatan dakwah lainnya dengan mengundang berbagai kalangan non muslim, baik para pejabat penting di Inggris, maupun masyarakat biasa lainnya. Melalui acara-acara dakwah seperti inilah, ajaran Islam, dan ajaran Nabi Muhammad Saw diperkenalkan kepada masyarakat Inggris.
Sekarang, masjid Baitul Futuh ini telah menjadi salah satu bangunan penting yang dihormati oleh masyarakat Morden, tidak saja hanya sebagai tempat pelaksanaan ibadah shalat 5 waktu dan shalat Jumaat saja, masjid Baitul Futuh ini juga telah menjadi pusat kajian Islam bagi masyarakat Eropa, dan pusat untuk kegiatan-kegiatan dialog antar agama.
Da’wah Islam oleh Jemaat Ahmadiyah di Inggris dilancarakan dengan berbagai cara. Salah seorang muballigh Ahmadiyah yang bertugas di Croydon yaitu Rana Mashood Ahmad menerangkan bahwa ia dan beberapa pengurus Ahmadiyah secara rutin melakukan kunjungan kepada teman dan kenalan yang non-muslim dan membina pertemanan dengan mereka secara baik sehingga perlahan-lahan mereka dapat mengetahui ajaran Islam dengan tanpa penuh curiga. Kunjungan juga dilakukan ke gereja-gereja dan sekolah-sekolah, untuk menerangkan Islam yang sebenarnya sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw. Muballigh Rana Mashood juga menerangkan bahwa Ahmadiyah juga kerap menggelar acara seminar, sympoisum bersama tokoh-tokoh dari berbagai agama lainnya. Menurut Rana, disatu sisi banyak sekali kritikan yang tajam terhadap Islam terkait peristiwa terorisme diberbagai belahan dunia yang mengatasnamakan Islam, tetapi disisi lain hal itu justru menciptakan peluang dan kesempatan untuk berdakwah, karena banyak teman, shabat dan kenalan yang non muslim, baik secara individu maupun melalui lembaga-lembaga dimana mereka bekerja atau berkecimpung seperti sekolah-sekolah, yang meminta keterangan tentang Islam yang sebenarnya.

G. Seorang Pejabat London Memeluk Islam Melalui Ahmadiyah
   Da’wah Islam di wilayah Inggris Raya yang dilancarkan oleh Jemaat Ahmadiyah tidak hanya diarahkan kepada masyarakat biasa di Inggris, akan tetapi juga kepada masayarakat Inggris lainnya dari berbagai kalangan, baik dari kalangan bisnisman, para wakil rakyat di parlemen, hingga kepada para pejabat pemerintahan baik pemerintahan tingkat lokal maupun level nasional. Banyak kalangan termasuk dari kalangan pejabat di parlemen maupun di pemerintahan Inggris, mendapatkan kesan positif tentang Ajaran Islam yang diperkenalkan oleh Jemaat Ahmadiyah kepada mereka.
Dari sekian banyak pejabat yang telah mendapatkan penerangan tentang Islam dari Jemaat Ahmadiyah, banyak dari antara mereka yang kemudian masuk kedalam agama Islam melalui Jemaat Ahmadiyah. Salah satunya adalah Tuan David Galagan, Deputy Mayor Wilayah London Borough. Ia sangat terkesan oleh Islam dan kemudian masuk kedalam pangkuan Islam melalui Jemaat Ahmadiyah. (Dikutip sepenuhnya dari tulisan Dadang Nasir, Mubaligh Ahmadiyah)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar